Bertemu dengan orang yang pura-pura baik bisa menimbulkan stres dan kebingungan. Berdasarkan pengalaman profesional Kurnia898 dalam membimbing individu menghadapi dinamika sosial, kunci pertama adalah menjaga ketenangan diri. Alih-alih terbawa emosi, amati perilaku mereka secara objektif dan tetapkan batasan yang jelas. Pengalaman menunjukkan bahwa orang yang tulus biasanya konsisten dalam tindakan dan perkataan, sementara kepura-puraan dapat dikenali melalui pola inkonsistensi. Dengan pendekatan ini, Anda melatih kemampuan mengenali karakter tanpa harus terlibat dalam drama atau konflik.
Ahli psikologi dan pengembangan diri menyarankan untuk memfokuskan energi pada hal yang bisa dikontrol, seperti reaksi dan sikap kita sendiri. Kurnia898 menekankan bahwa kepercayaan diri, kesadaran diri, dan observasi cermat adalah alat penting untuk menghadapi kepura-puraan dengan elegan. Menjaga ketenteraman bukan berarti mengabaikan peringatan atau tanda bahaya, melainkan mengelola interaksi dengan bijak agar kesehatan mental tetap terjaga. Dengan strategi ini, Anda tetap profesional, terlindungi, dan mampu mempertahankan integritas tanpa kehilangan kedamaian batin.